24.3.15

Sistem Berkas Tugas 06 - Makalah Organisasi Berkas Direct Access

TUGAS 06
SISTEM BERKAS

MAKALAH ORGANISASI BERKAS
DIRECT ACCESS





Disusun Oleh:
Nama                    :           Rahma Cahya Pratiwi
NIM                      :          121051062
Mata Kuliah          :          Sistem Berkas

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015


KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan judul “ORGANISASI BERKAS DIRECT ACCESS. Makalah ini disusun guna memenuhi syarat tugas belajar mengajar mata kuliah Sistem Berkas semester 6 di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian tulisan ini, antara lain :
1.      Bapak Edhy Sutanta, S.T., M. Kom, selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun imaterial.
3.      Berbagai pihak yang telah membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis bersedia menerima kritik saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini.



                                                                        Yogyakarta, 23 Maret 2015


                                                                                    Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
File atau berkas dapat menyimpan suatu informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan dibaca ke memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file yaitu akses berurutan (sequential access), akses langsung (Direct access atau relative access) dan metode akses lain. Tiap cara pengaksesan ini berbeda dari satu sistem dengan sistem yang lainnya.
Untuk kesempatan kali ini saya akan  menjelaskan  karakteristik dan bagaimana Akses Langsung atau Direct Access untuk melakuakan mengorganisasikan berkas.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1.         Apa yang dimaksud dengan Direct Access ?
2.         Apa yang dimaksud dengan Berkas Relative ?
3.         Bagaimana proses dari metode Direct Access ?
4.         Bagaimana keuntungan dan kelemahan dari Direct Access ?
  
1.3    Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan tujuan, diantaranya adalah:
1.      Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Memberikan penjelasan mengenai salah satu cara pengaksesan data yaitu Direct Access.
3.      Dapat memahami tentang bagaimana proses metoe organisasi berkas Direct Access.
    


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Direct Access
Direct Access adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Direct Access merupakan metode yang membiarkan program membaca dan menulis dengan cepat pada berkas yang dibuat dengan fixed-length logical order tanpa adanya urutan. Metode ini sangat berguna untuk mengakses informasi dalam jumlah besar.
Operasi berkas pada metode ini harus dimodifikasi untuk menambahkan nomor blok sebagai parameter. Pengguna menyediakan nomor blok ke sistem operasi biasanya sebagai nomor blok relatif, yaitu indeks relatif terhadap awal berkas. Penggunaan nomor blok relatif bagi sistem operasi adalah untuk memutuskan lokasi berkas diletakkan dan membantu mencegah pengguna dari pengaksesan suatu bagian sistem berkas yang bukan bagian pengguna tersebut.
Seperti sequential access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
 Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir, dengan waktu akses yang bervariasi.. Contoh direct access adalah akses pada disk.
Metode langsung sering digunakan untuk permintaan pengaksesan yang cepat di mana panjang dari record yang tetap digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. Contoh seperti direktori, table Nama, jadwal
Metode ini masih menggunakan key field untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep yang berurut. Metode direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci dari file Metode Hashing intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang digunakan serta melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman yang memiliki cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan yang telah dipersempit
Untuk melakukan pemetaan (konversi) dari kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi yang dinamakan Fungsi Hash sedangkan output dari fungsi hash dinamakan sebagai home address dari rekaman yang kuncinya diproses, bentuk dari fungsi hash :
f (key) address

2.2  Pengertian Berkas Relative
Berkas relative merupakan suatu cara yang efektif dalam mengorganisasi sekumpulan record yang membutuhkan akses sebuah record dengan cepat. dalam berkas relative ada hubungan antara key yang dipakai untuk mengidetifikasi record dengan lokasi record dalam penyimpanan sekunder. urutan record secara logic tidak ada hubungannya dengan urutan secara fisik menurut nilai key.
Organisasi berkas relatif ini tidak menguntungkan bila penyimpanan sekundernya berupa media SASD, seperti magnetic tape. Berkas relative harus disimpan didalam media SASD, seperti disk atau Drum. dimungkinkan untuk mengakses record-record dalam berkas relatif secara consecutive, tetapi perlu diketahui bahwa nilai key tidak terurut secara logis
Ada 3 teknik dasar yang digunakan untuk menyatakan fungsi pemetaan R, dimana R (Nilai Key) Address, yaitu :
1.      Direct Mapping (Pemetaan Langsung)
Teknik ini merupakan teknik yang sederhana untuk menerjemahkan nilai record key menjadi address.
2.      Directory Lookup (Pencarian Tabel)
Teknik ini dilakukan dengan cara, mengambil seluruh kunci atribut dan alamat memori yang ada dan dimasukkan ke dalam tabel tersendiri. jadi tabel misalnya disebut dengan tabel index hanya berisi kunci atribut misalkan NIM yang telah disorting/urut dan alamat memorinya.
3.      Calculation (Kalkulasi)
Pada teknik pencarian tabel kita harus menyediakan ruang memori untuk menyimpan tabel indexnya, tapi dalam teknik kalkulasi tidak diperlukan lagi hal itu. yang dilakukan adalah membuat hitungan sedemikian rupa sehingga dengan memasukkan kunci atribut recordnya, alamatnya sudah dapat diketahui, masalahnya bagaimana membuat hitungan dari kunci atribut itu sehingga hasilnya dapat lebih efisien dan tidak berbenturan dengan nilainya.

2.3  Proses Direct Access
     Pada waktu sebuah record ditulis ke dalam berkas relatif, fungsi pemetaan R digunakan untuk menerjemahkan Nilai Key dari record menjadi Address, dimana record tersebut disimpan.
Begitu pula pada waktu akan me-retrieve record dengan nilai key tertentu, fungsi pemetaan R digunakan terhadap nilai key tersebut, untuk menerjemahkan nilai key itu menjadi sebuah address dalam penyimpanan sekunder, dimana record tersebut ditemukan.

2.4  Keuntungan dan Kelemahan Direct Access
2.4.1  Keuntungan dari Direct Access
Dengan organisasi berkas langsung, untuk menemukan suatu rekaman tidak melalui proses pencarian, namun bisa langsung menuju alamat yang ditempati rekaman
Pada awalnya, untuk tujuan tersebut maka digunakan cara dengan menyimpan rekaman pada alamat yang sama dengan nilai kunci rekaman tersebut
Contohnya :
Rekaman dengan kunci 100 akan disimpan di alamat 100.
Sehingga untuk menemukan sebuah rekaman cukup melihat nilai kunci dan menuju ke alamat yang ditunjuk oleh kunci rekaman tersebut
Contoh :
Untuk membaca rekaman dengan kunci 55 langsung saja menuju alamat 55
2.4.2   Kelemahan dari Direct Access
Dengan menerjemahkan langsung dari kunci rekaman ke alamat rekaman, maka akan berlaku suatu hubungan korespondensi satu-satu antara kunci dengan alamat rekaman .Hal ini menyebabkan harus disediakannya ruang yang sangat besar untuk menampung setiap kemungkinan nilai kunci yang ada
Contoh :
Untuk menyimpan data PNS yang kuncinya adalah NIP (terdiri dari 9 digit) dibutuhkan sebanyak satu milyar alamat, karena kemungkinan yang dapat muncul dari kode 9 digit adalah mulai dari angka 000000000 hingga 999999999).


BAB III
PENUTUP

2.5      Kesimpulan
Direct Access adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada, dimana record disimpan tidak secara beruntun, namun pada alamat yang didasarkan pada kunci rekaman sehingga dapat diakses secara langsung dan cepat. Seperti yang ada pada magnetic Disk.
Direct Access mempunyai kelebihan dan kelemahan antara lain:
-          Kelebihan
Mampu mengakses record secara langsung. R(NILAI  KEY)        ADDRESS. Record dapat di retrieve, insert, modifikasi dan delete  tanpa mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.
-          Kelemahan
Harus menyediakan ruang yang sangat besar untuk menampung setiap kemungkinan nilai kunci yang ada.

Saran
Demikianlah makalah dari saya, semoga dengan adanya makalah dapat memberikan kita sebuah pengetahuan baru dan kita dapat menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Semoga dengan sistem berkas langsung ini dan metode-metodenya dapat mempermudah dan dapat mempercepat dalam pengaksesan record sesuai yang dibutuhkan



DAFTAR PUSTAKA

Aryan.. 5 Oktober 2012. Direct Access. http://arsikomp.blogspot.com/2012/10/direct-access.html
Diakses pada tanggal 23 Maret 2015, pada pukul 18:22 WIB

Ayu Anggraini, Tika. 9 April 2010. Organisasi Sistem Berkas. http://tikakaka.blogspot.com/2010/04/organisasi-sistem-berkas.html
Diakses pada tanggal 23 Maret 2015, pada pukul 19:54 WIB

Diakses pada tangggal 23 Maret 2015, pada pukul 18:35 WIB


Diakses pada tanggal 23 Maret 2015, pada pukul 20:33 WIB


PS : File bisa di download di sini

21.3.15

Sistem Berkas Tugas 04 - Makalah Organisasi Berkas Indexed Sequantial

TUGAS 04
SISTEM BERKAS

MAKALAH ORGANISASI BERKAS
INDEXED SEQUENTIAL





Disusun Oleh:
Nama                    :           Rahma Cahya Pratiwi
NIM                      :          121051062
Mata Kuliah          :          Sistem Berkas

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015





KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan judul “ORGANISASI BERKAS INDEXED SEQUENTIAL”. Makalah ini disusun guna memenuhi syarat tugas belajar mengajar mata kuliah Sistem Berkas semester 6 di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
            Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian tulisan ini, antara lain :
1.      Bapak Edhy Sutanta, S.T., M. Kom, selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Orang tua yang telah memberikan dukungan baik secara material maupun imaterial.
3.      Berbagai pihak yang telah membantu penulis.
Penulis menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis bersedia menerima kritik saran yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini.



                                                                        Yogyakarta, 20 Maret 2015


                                                                                    Penulis


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Sekarang ini tidak dipungkiri lagi banyak kalangan yang sudah menerapkan manajemen data/file yang mereka miliki. Media penyimpanannya dapat meliputi Flash Disk, Hard-disk, disket, CD ROM ataupun Laser-Disk yang dapat diakses secara langsung dengan tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya.
Sehingga untuk memudahkan dalam mengorganisasi kumpulan record-record  dalam sebuah berkas dapat menggunakan teknik penyimpanan Index Sequential yang menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang sudah tersortir.

1.2    Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1.         Apa yang dimaksud dengan Indexed Sequential ?
2.         Apa yang dimaksud dengan Struktur Pohon dan Pohon Biner ?
3.         Bagaimana implementasi dari Indexed Sequential ?
4.         Bagaimana keuntungan dan kelemahan Indexed Sequential ?



1.3    Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan tujuan, diantaranya adalah:
1.      Untuk memenuhi tugas kedua pada mata kuliah Sistem Berkas.
2.      Memberikan penjelasan mengenai salah satu teknik pembacaan data yaitu Indexed Sequential.
3.      Memberikan penjelasan bagaimana implementasi organisasi berkas Indexed Sequential.
    


BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Indexed Sequential
Index Sequential File merupakan perpaduan terbaik dari teknik sequential dan random file. Teknik penyimpanan yang dilakukan, menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang sudah tersortir. Index ini diakhiri denga adanya suatu pointer (penunjuk) yang bisa menunjukkan secara jelas posisi data yang selengkapnya. Index yang ada juga merupakan record-key (kunci record), sehingga kalau record key ini dipanggil, maka seluruh data juga akan ikut terpanggil.
Dalam hal ini, data yang ada akan disimpan sesuai dengan urutan masuknya. Data pertama dengan nomor berapapun, akan disimpan ditempat pertama, demikian pula dengan data berikutnya yang juga akan disimpan ditempat berikutnya. Dalam melakukan pembacaan data, juga akan dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan akan dimulai dari data paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa diketemukan.
Untuk membayangkan penyimpanan data dengan menggunakan teknik Indexed Sequential ini, kita bisa melihat daftar isi pada sebuah buku. Pada bagian disebelah kiri disebut sebagai index data yang berisi bagian dari data yang ada. Index data kemudian diakhiri dengan pointer yang menunjukkan posisi keseluruhan isi data.
Sebuah data yang terdiri Nomor, Nama, NL1, Nl2, dan NL3 bisa disimpan dengan menggunakan Nomor sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar Nomor. Nomor yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan yang lebih besar.
Dari data yang ada, juga bisa dibuat Nama sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar Nama. Nama yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan yang lebih besar. Peluang yang memiliki abjad terkecil, akan menempati posisi pertama dan Rino pada posisi terakhir.

2.2  Pengertian Struktur Pohon dan Pohon Biner
2.2.1  Struktur Pohon
Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari sekumpulan elemen, dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root dan sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam susunan berhirarki dengan root sebagai puncaknya.
Contoh umum dimana struktur pohon sering ditemukan adalah pada penyusunan silsilah keluarga, hirarki suatu organisasi, daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
  
Contoh :


Secara rekursif suatu struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut :
-        Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.
-   Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub pohon T1, T2, ..., Tk, yang tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya adalah n1, n2, ..., nk, dari simpul / sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1, n2, ..., nk.

2.2.2  Pohon Biner
Salah satu tipe pohon yang paling banyak dipelajari adalah pohon biner. Pohon Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki paling banyak dua buah cabang / anak.

Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu :
-            Akses Sekuensial
-            Akses Direct
Sedangkan jenis prosesnya adalah :
-            Batch
-            Interactive
Struktur Berkas Indeks sekuensial adalah :
-            Indeks ® Binary Search Tree
-            Data    ® Sekuensial
                Lihat gambar berikut ini :









Pada gambar tersebut memperlihatkan struktur berkas indeks sequential dengan sebuah indeks berikut pointer yang menuju ke berkas data sequential. Pada contoh gambar tersebut, indeksnya disusun berdasarkan binary search tree. Indeksnya digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk mengakses sebuah record tertentu, sedangkan berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.

2.3  Implementasi Organisasi Berkas Indexed Sequential
Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential :
1.      Blok Indeks dan Data (Dinamik)
2.      Prime dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan tersebut menggunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana masing-masing menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena mereka diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing berkas tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).

2.3.1 Blok Indeks dan Data
Pada pendekatan ini file indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai struktur tree, sedangkan berkas data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.
Misalnya setiap blok data mempunyai ruang yang cukup untuk menampung 5 record dan setiap blok indeks mempunyai ruang yang cukup untuk menyimpan 4 pasang (nilai key, pointer).
Jika kita menginginkan penyisipan maupun penghapusan terhadap isi berkas, maka blok indeks dan blok data akan dibuat dengan sejumlah ruang bebas, yang biasanya disebut sebagai padding dan pada gambar ditunjukkan sebagai irisan.

2.3.2  Prime dan Overflow Data Area
Berdasarkan struktur indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik fisik dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key
Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder indeks dan tingkat track indeks. Berkas datanya secara umum diimplementasikan sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflow area.
Kedua pendekatan tersebut menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana masing-masing menempati file yang terpisah. Karena diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing file tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Misalnya setiap cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4 track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime data area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah indeks pada record key dalam cylinder tersebut.

2.4  Keunggulan dan Kelemahan Indexed Sequential
2.4.1  Keuntungan dari Sequential File
·           Sangat cocok untuk digunakan menyimpan batch data ataupun individual data. Dibanding sequential file, pemanggilan data menjadi lebih cepat.
·           Sebuah record dapat di insert (dimasukkan/ditambah) atau di retrieve (dibetulkan/dikembalikan semula) secara langsung melalui indexnya.
·           Merupakan organisasi file yang sederhana. Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas. Metode penyimpanan didalam memory sangat sederhana, sehingga efisien untuk menyimpan record yang besar. Sangat murah untuk digunakan, sebab medianya cukup menggunakan magnetic tape.

2.4.2  Kerugian Dari Sequential File
·           Seandainya diperlukan perubahan data, maka seluruh record yang tersimpan didalam master file, harus semuanya diproses. Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted). Posisi data yang tersimpan sangat susah untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan. Tidak bisa dilkukan pembacaan secara langsung.
·           Access (pemanggilan) data tidak bisa disamakan dengan random (direct access file). Memerlukan adanya ruangan extra didalam memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya hardware dan software yang lebih kompleks.
·           Memerlukan adanya back-ap data. Sebab transaksi yang diperbaiki setiap saat bisa menghilangkan jejak data asal. Data yang tersimpan mempunyai potensi lebih cepat rusak. Kapasitas media penyimpanan memory menjadi besar. Memerlukan hardware dan software yang lebih kompleks apabila dibanding sequential file.
·           Dikarenakan data yang tersimpan menggunakan teknik yang sedemikian rupa (yaitu random), maka data yang dibutuhkan bisa langsung ditemukan tanpa harus membaca data-data sebelumnya. Walaupun demikian, seandainya diperlukan untuk dibaca secara berurutan, juga dimungkinkan.




BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Organisasi berkas indeks sequential adalah berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses. Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder indeks dan tingkat track indeks.
Berkas data sequential digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record. Pada pendekatan ini kita menyusun data dengan lebih memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas indeks dan berkas data diorganisasikan dalam blok.
-        Berkas indeks mempunyai struktur tree
-       Berkas data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan antar populasi record.
Didalam organisasi Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu: Blok Indeks dan Data (Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
  
3.2    Saran
Seharusnya kita sebagai calon pendidik haruslah banyak mengetahui tentang apa itu berkas indeks sequential, serta mengetahui implementasi organisasi berkas indeks sequential itu sendiri.
Seharusnya kita mengetahui tentang blok indeks, data pada berkas indeks sequential dan keuntungan sequential file.




DAFTAR PUSTAKA

            Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 19:45 WIB.

Dian. November 2009. Organisasi Berkas Indeks Sequential. http://ncildian.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential.html
Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 20:47 WIB

Devilzc0de, Yudhie. November 2009. Organisasi Berkas Indeks Sequential. http://anidotnet.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential_01.html
Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 21:18 WIB.

Nurfitriana. Septmber 2009. Organisasi Berkas Index Sequential. http://inunknung-nurfitriana.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-index-sequential.html

Diakses pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 20:10 WIB


PS : File bisa di download di sini.