TUGAS 06
SISTEM BERKAS
MAKALAH ORGANISASI BERKAS
DIRECT ACCESS
Disusun Oleh:
Nama : Rahma Cahya Pratiwi
NIM : 121051062
Mata Kuliah : Sistem
Berkas
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan judul “ORGANISASI BERKAS DIRECT ACCESS”. Makalah ini disusun guna memenuhi syarat tugas
belajar mengajar mata kuliah Sistem Berkas semester 6 di Institut Sains dan
Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian tulisan
ini, antara lain :
1.
Bapak Edhy Sutanta, S.T., M. Kom, selaku
dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2.
Orang tua yang telah memberikan dukungan
baik secara material maupun imaterial.
3.
Berbagai pihak yang telah membantu penulis.
Penulis
menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis
mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis bersedia menerima kritik saran
yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini.
Yogyakarta,
23 Maret 2015
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
File atau berkas dapat
menyimpan suatu informasi. Bila digunakan, informasi tersebut harus diakses dan
dibaca ke memory. Terdapat beberapa cara mengakses informasi pada file yaitu akses
berurutan (sequential access), akses langsung (Direct access atau relative
access) dan metode akses lain. Tiap cara pengaksesan ini berbeda dari satu sistem
dengan sistem yang lainnya.
Untuk kesempatan kali
ini saya akan menjelaskan karakteristik dan bagaimana Akses Langsung
atau Direct Access untuk melakuakan mengorganisasikan berkas.
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1.
Apa yang
dimaksud dengan Direct Access ?
2.
Apa yang
dimaksud dengan Berkas Relative ?
3.
Bagaimana proses
dari metode Direct Access ?
4.
Bagaimana keuntungan
dan kelemahan dari Direct Access ?
1.3
Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan
tujuan, diantaranya adalah:
1. Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Sistem Berkas.
2. Memberikan penjelasan mengenai salah satu cara
pengaksesan data yaitu Direct Access.
3. Dapat memahami tentang bagaimana proses metoe organisasi
berkas Direct Access.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Direct Access
Direct Access adalah suatu cara
pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada.
Direct Access merupakan metode yang membiarkan program membaca dan menulis
dengan cepat pada berkas yang dibuat dengan fixed-length logical order tanpa
adanya urutan. Metode ini sangat berguna untuk mengakses informasi dalam jumlah
besar.
Operasi berkas pada metode ini harus
dimodifikasi untuk menambahkan nomor blok sebagai parameter. Pengguna
menyediakan nomor blok ke sistem operasi biasanya sebagai nomor blok relatif,
yaitu indeks relatif terhadap awal berkas. Penggunaan nomor blok relatif bagi
sistem operasi adalah untuk memutuskan lokasi berkas diletakkan dan membantu
mencegah pengguna dari pengaksesan suatu bagian sistem berkas yang bukan bagian
pengguna tersebut.
Seperti sequential
access, direct access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi
setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik.
Akses dilakukan secara langsung terhadap
kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir, dengan waktu akses
yang bervariasi.. Contoh direct access adalah akses pada disk.
Metode langsung sering
digunakan untuk permintaan pengaksesan yang cepat di mana panjang dari record
yang tetap digunakan dan dimana record selalu diakses sekali dalam satu waktu. Contoh
seperti direktori, table Nama, jadwal
Metode ini masih
menggunakan key field untuk setiap record, tetapi tidak menggunakan konsep yang
berurut. Metode direct menggunakan fungsi hashing pada nilai kunci dari file Metode
Hashing intinya digunakan untuk mengurangi banyaknya ruang alamat yang
digunakan serta melakukan pemetaaan (melakukan konversi) dari kunci rekaman
yang memiliki cakupan nilai yang luas ke nilai alamat yang memiliki cakupan
yang telah dipersempit
Untuk melakukan
pemetaan (konversi) dari kunci rekaman ke alamat rekaman digunakan suatu fungsi
yang dinamakan Fungsi Hash sedangkan output dari fungsi hash dinamakan sebagai
home address dari rekaman yang kuncinya diproses, bentuk dari fungsi hash :
f (key) → address
2.2 Pengertian Berkas Relative
Berkas relative
merupakan suatu cara yang efektif dalam mengorganisasi sekumpulan record yang
membutuhkan akses sebuah record dengan cepat. dalam berkas relative ada
hubungan antara key yang dipakai untuk mengidetifikasi record dengan lokasi
record dalam penyimpanan sekunder. urutan record secara logic tidak ada
hubungannya dengan urutan secara fisik menurut nilai key.
Organisasi berkas
relatif ini tidak menguntungkan bila penyimpanan sekundernya berupa media SASD,
seperti magnetic tape. Berkas relative harus disimpan didalam media SASD,
seperti disk atau Drum. dimungkinkan untuk mengakses record-record dalam berkas
relatif secara consecutive, tetapi perlu diketahui bahwa nilai key tidak
terurut secara logis
Ada 3 teknik dasar yang
digunakan untuk menyatakan fungsi pemetaan R, dimana R (Nilai Key) Address,
yaitu :
1.
Direct Mapping (Pemetaan Langsung)
Teknik ini merupakan
teknik yang sederhana untuk menerjemahkan nilai record key menjadi address.
2.
Directory Lookup (Pencarian Tabel)
Teknik ini dilakukan
dengan cara, mengambil seluruh kunci atribut dan alamat memori yang ada dan
dimasukkan ke dalam tabel tersendiri. jadi tabel misalnya disebut dengan tabel
index hanya berisi kunci atribut misalkan NIM yang telah disorting/urut dan
alamat memorinya.
3.
Calculation (Kalkulasi)
Pada teknik pencarian tabel kita harus
menyediakan ruang memori untuk menyimpan tabel indexnya, tapi dalam teknik
kalkulasi tidak diperlukan lagi hal itu. yang dilakukan adalah membuat hitungan
sedemikian rupa sehingga dengan memasukkan kunci atribut recordnya, alamatnya
sudah dapat diketahui, masalahnya bagaimana membuat hitungan dari kunci atribut
itu sehingga hasilnya dapat lebih efisien dan tidak berbenturan dengan
nilainya.
2.3 Proses Direct Access
Pada waktu sebuah record ditulis ke dalam
berkas relatif, fungsi pemetaan R digunakan untuk menerjemahkan Nilai Key dari
record menjadi Address, dimana record tersebut disimpan.
Begitu pula pada waktu akan me-retrieve record dengan nilai key tertentu,
fungsi pemetaan R digunakan terhadap nilai key tersebut, untuk menerjemahkan
nilai key itu menjadi sebuah address dalam penyimpanan sekunder, dimana record
tersebut ditemukan.
2.4 Keuntungan
dan Kelemahan Direct Access
2.4.1 Keuntungan
dari Direct Access
Dengan organisasi berkas langsung, untuk
menemukan suatu rekaman tidak melalui proses pencarian, namun bisa langsung
menuju alamat yang ditempati rekaman
Pada awalnya, untuk tujuan tersebut maka
digunakan cara dengan menyimpan rekaman pada alamat yang sama dengan nilai
kunci rekaman tersebut
Contohnya :
Rekaman dengan kunci 100 akan disimpan di
alamat 100.
Sehingga untuk menemukan sebuah rekaman cukup
melihat nilai kunci dan menuju ke alamat yang ditunjuk oleh kunci rekaman
tersebut
Contoh :
Untuk membaca rekaman dengan kunci 55 langsung
saja menuju alamat 55
2.4.2 Kelemahan
dari Direct Access
Dengan menerjemahkan
langsung dari kunci rekaman ke alamat rekaman, maka akan berlaku suatu hubungan
korespondensi satu-satu antara kunci dengan alamat rekaman .Hal ini menyebabkan
harus disediakannya ruang yang sangat besar untuk menampung setiap kemungkinan
nilai kunci yang ada
Contoh :
Untuk menyimpan data
PNS yang kuncinya adalah NIP (terdiri dari 9 digit) dibutuhkan sebanyak satu
milyar alamat, karena kemungkinan yang dapat muncul dari kode 9 digit adalah
mulai dari angka 000000000 hingga 999999999).
BAB III
PENUTUP
2.5 Kesimpulan
Direct Access adalah
suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record
yang ada, dimana record disimpan tidak secara beruntun, namun pada alamat yang
didasarkan pada kunci rekaman sehingga dapat diakses secara langsung dan cepat.
Seperti yang ada pada magnetic Disk.
Direct Access mempunyai
kelebihan dan kelemahan antara lain:
-
Kelebihan
Mampu mengakses record
secara langsung. R(NILAI KEY) ADDRESS. Record dapat di retrieve,
insert, modifikasi dan delete tanpa
mempengaruhi record lain dalam berkas yang sama.
-
Kelemahan
Harus menyediakan ruang
yang sangat besar untuk menampung setiap kemungkinan nilai kunci yang ada.
Saran
Demikianlah makalah
dari saya, semoga dengan adanya makalah dapat memberikan kita sebuah
pengetahuan baru dan kita dapat menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Semoga dengan sistem
berkas langsung ini dan metode-metodenya dapat mempermudah dan dapat
mempercepat dalam pengaksesan record sesuai yang dibutuhkan
DAFTAR PUSTAKA
Aryan..
5 Oktober 2012. Direct Access. http://arsikomp.blogspot.com/2012/10/direct-access.html
Diakses
pada tanggal 23 Maret 2015, pada pukul 18:22 WIB
Ayu
Anggraini, Tika. 9 April 2010. Organisasi
Sistem Berkas. http://tikakaka.blogspot.com/2010/04/organisasi-sistem-berkas.html
Diakses
pada tanggal 23 Maret 2015, pada pukul 19:54 WIB
11
Mei 2011. Empat Metode Akses Memori. http://azura-sky-blue.blogspot.com/2011/05/empat-metode-akses-memori.html
Diakses
pada tangggal 23 Maret 2015, pada pukul 18:35 WIB
30 November
2010. Sistem Berkas Langsung. http://lagumellow23.blogspot.com/2010/11/sistem-berkas-langsung.html
