TUGAS 04
SISTEM BERKAS
MAKALAH ORGANISASI BERKAS
INDEXED SEQUENTIAL
Disusun Oleh:
Nama : Rahma Cahya Pratiwi
NIM : 121051062
Mata Kuliah : Sistem
Berkas
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI AKPRIND
YOGYAKARTA
2015
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil‘alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah Sistem Berkas dengan judul “ORGANISASI BERKAS INDEXED SEQUENTIAL”. Makalah ini disusun guna
memenuhi syarat tugas belajar mengajar mata kuliah Sistem Berkas semester 6 di
Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
Penulis mengucapkan terima kasih
kepada berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penyelesaian tulisan
ini, antara lain :
1.
Bapak Edhy Sutanta, S.T., M. Kom, selaku
dosen pengampu mata kuliah Sistem Berkas.
2.
Orang tua yang telah memberikan dukungan
baik secara material maupun imaterial.
3.
Berbagai pihak yang telah membantu penulis.
Penulis
menyadari bahwa kemampuan dalam menulis masih banyak kekurangan. Untuk itu penulis
mohon maaf dan dengan kerendahan hati, penulis bersedia menerima kritik saran
yang bersifat membangun untuk memperbaiki makalah ini.
Yogyakarta,
20 Maret 2015
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Sekarang ini tidak dipungkiri lagi
banyak kalangan yang sudah menerapkan manajemen data/file yang mereka miliki.
Media penyimpanannya dapat meliputi Flash Disk, Hard-disk, disket, CD ROM
ataupun Laser-Disk yang dapat diakses secara langsung dengan tanpa harus
membaca seluruh data yang dimilikinya.
Sehingga untuk memudahkan dalam mengorganisasi
kumpulan record-record dalam sebuah
berkas dapat menggunakan teknik penyimpanan Index Sequential yang menggunakan
suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang sudah tersortir.
1.2
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu :
1.
Apa yang
dimaksud dengan Indexed Sequential ?
2.
Apa yang
dimaksud dengan Struktur Pohon dan Pohon Biner ?
3.
Bagaimana implementasi
dari Indexed Sequential ?
4.
Bagaimana keuntungan
dan kelemahan Indexed Sequential ?
1.3
Maksud dan Tujuan
Pada penulisan makalah kali ini memiliki maksud dan
tujuan, diantaranya adalah:
1. Untuk memenuhi tugas kedua pada mata kuliah Sistem
Berkas.
2. Memberikan penjelasan mengenai salah satu teknik
pembacaan data yaitu Indexed Sequential.
3. Memberikan penjelasan bagaimana implementasi organisasi
berkas Indexed Sequential.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Indexed Sequential
Index Sequential File merupakan
perpaduan terbaik dari teknik sequential dan random file. Teknik penyimpanan
yang dilakukan, menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data
yang sudah tersortir. Index ini diakhiri denga adanya suatu pointer (penunjuk)
yang bisa menunjukkan secara jelas posisi data yang selengkapnya. Index yang
ada juga merupakan record-key (kunci record), sehingga kalau record key ini
dipanggil, maka seluruh data juga akan ikut terpanggil.
Dalam hal ini, data yang ada akan
disimpan sesuai dengan urutan masuknya. Data pertama dengan nomor berapapun,
akan disimpan ditempat pertama, demikian pula dengan data berikutnya yang juga
akan disimpan ditempat berikutnya. Dalam melakukan pembacaan data, juga akan
dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan akan dimulai dari data paling
awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa
diketemukan.
Untuk membayangkan penyimpanan data
dengan menggunakan teknik Indexed Sequential ini, kita bisa melihat daftar isi
pada sebuah buku. Pada bagian disebelah kiri disebut sebagai index data yang
berisi bagian dari data yang ada. Index data kemudian diakhiri dengan pointer
yang menunjukkan posisi keseluruhan isi data.
Sebuah data yang terdiri Nomor, Nama,
NL1, Nl2, dan NL3 bisa disimpan dengan menggunakan Nomor sebagai Index. Apabila
data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar
Nomor. Nomor yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan yang
lebih besar.
Dari data yang ada, juga bisa dibuat
Nama sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu
data yang berurutan berdasar Nama. Nama yang ada akan tersusun dengan urutan
dari kecil keurutan yang lebih besar. Peluang yang memiliki abjad terkecil,
akan menempati posisi pertama dan Rino pada posisi terakhir.
2.2 Pengertian Struktur Pohon dan Pohon Biner
2.2.1 Struktur Pohon
Sebuah pohon (tree) adalah struktur dari
sekumpulan elemen, dengan salah satu elemennya merupakan akarnya atau root dan
sisanya yang lain merupakan bagian-bagian pohon yang terorganisasi dalam
susunan berhirarki dengan root sebagai puncaknya.
Contoh umum dimana struktur pohon sering
ditemukan adalah pada penyusunan silsilah keluarga, hirarki suatu organisasi,
daftar isi suatu buku dan lain sebagainya.
Contoh
:
Secara rekursif suatu
struktur pohon dapat didefinisikan sebagai berikut :
-
Sebuah simpul tunggal adalah sebuah pohon.
- Bila terdapat simpul n, dan beberapa sub pohon
T1, T2, ..., Tk, yang tidak saling berhubungan, yang masing-masing akarnya
adalah n1, n2, ..., nk, dari simpul / sub pohon ini dapat dibuat sebuah pohon
baru dengan n sebagai akar dari simpul-simpul n1, n2, ..., nk.
2.2.2 Pohon
Biner
Salah satu tipe pohon yang paling banyak dipelajari adalah
pohon biner. Pohon Biner adalah pohon yang setiap simpulnya memiliki paling
banyak dua buah cabang / anak.
Adapun jenis akses yang diperbolehkan, yaitu
:
-
Akses Sekuensial
-
Akses Direct
Sedangkan jenis prosesnya adalah :
-
Batch
-
Interactive
Struktur Berkas Indeks sekuensial adalah :
-
Indeks ® Binary Search Tree
-
Data ®
Sekuensial
Pada gambar tersebut memperlihatkan struktur berkas indeks
sequential dengan sebuah indeks berikut pointer yang menuju ke berkas data
sequential. Pada contoh gambar tersebut, indeksnya disusun berdasarkan binary
search tree. Indeksnya digunakan untuk melayani sebuah permintaan untuk
mengakses sebuah record tertentu, sedangkan berkas data sequential digunakan
untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan record-record.
2.3 Implementasi Organisasi Berkas Indexed Sequential
Ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan konsep dari
organisasi berkas indeks sequential :
1. Blok
Indeks dan Data (Dinamik)
2. Prime
dan Overflow Data Area (Statik)
Kedua pendekatan tersebut
menggunakan sebuah bagian indeks dan sebuah bagian data, dimana masing-masing
menempati berkas yang terpisah.
Alasannya :
Karena mereka
diimplementasikan pada organisasi internal yang berbeda. Masing-masing berkas
tersebut harus menempati pada alat penyimpan yang bersifat Direct Access
Storage Device (DASD).
2.3.1 Blok Indeks dan Data
Pada pendekatan ini file indeks dan berkas data
diorganisasikan dalam blok. Berkas indeks mempunyai struktur tree, sedangkan
berkas data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang
didistribusikan antar populasi record.
Misalnya setiap blok data mempunyai ruang yang cukup untuk menampung 5
record dan setiap blok indeks mempunyai ruang yang cukup untuk menyimpan 4
pasang (nilai key, pointer).
Jika kita menginginkan penyisipan maupun penghapusan terhadap isi berkas,
maka blok indeks dan blok data akan dibuat dengan sejumlah ruang bebas, yang
biasanya disebut sebagai padding dan pada gambar ditunjukkan sebagai irisan.
2.3.2 Prime dan Overflow Data Area
Berdasarkan struktur
indeks dimana struktur indeks ini lebih ditekankan pada karakteristik fisik
dari penyimpanan, dibandingkan dengan distribusi secara logik dari nilai key
Indeksnya ada beberapa tingkat, misalnya tingkat cylinder
indeks dan tingkat track indeks. Berkas datanya secara umum diimplementasikan
sebagai 2 berkas, yaitu prime area dan overflow area.
Kedua pendekatan
tersebut menggunakan bagian indeks dan bagian data, dimana masing-masing
menempati file yang terpisah. Karena diimplementasikan pada organisasi internal
yang berbeda. Masing-masing file tersebut harus menempati pada alat penyimpan
yang bersifat Direct Access Storage Device (DASD).
Misalnya setiap cylinder dari alat penyimpanan mempunyai 4
track. Pada berkas binatang ada 6 cylinder yang dialokasikan pada prime data
area. Track pertama (nomor 0) dari setiap cylinder berisi sebuah indeks pada
record key dalam cylinder tersebut.
2.4 Keunggulan
dan Kelemahan Indexed Sequential
2.4.1 Keuntungan
dari Sequential File
·
Sangat
cocok untuk digunakan menyimpan batch data ataupun individual data. Dibanding
sequential file, pemanggilan data menjadi lebih cepat.
·
Sebuah
record dapat di insert (dimasukkan/ditambah) atau di retrieve
(dibetulkan/dikembalikan semula) secara langsung melalui indexnya.
·
Merupakan
organisasi file yang sederhana. Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat
jelas. Metode penyimpanan didalam memory sangat sederhana, sehingga efisien
untuk menyimpan record yang besar. Sangat murah untuk digunakan, sebab medianya
cukup menggunakan magnetic tape.
2.4.2 Kerugian
Dari Sequential File
·
Seandainya
diperlukan perubahan data, maka seluruh record yang tersimpan didalam master
file, harus semuanya diproses. Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted).
Posisi data yang tersimpan sangat susah untuk up-to-date, sebab master file
hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan. Tidak bisa dilkukan pembacaan
secara langsung.
·
Access
(pemanggilan) data tidak bisa disamakan dengan random (direct access file).
Memerlukan adanya ruangan extra didalam memory untuk menyimpan index data.
Memerlukan adanya hardware dan software yang lebih kompleks.
·
Memerlukan
adanya back-ap data. Sebab transaksi yang diperbaiki setiap saat bisa
menghilangkan jejak data asal. Data yang tersimpan mempunyai potensi lebih
cepat rusak. Kapasitas media penyimpanan memory menjadi besar. Memerlukan
hardware dan software yang lebih kompleks apabila dibanding sequential file.
·
Dikarenakan
data yang tersimpan menggunakan teknik yang sedemikian rupa (yaitu random),
maka data yang dibutuhkan bisa langsung ditemukan tanpa harus membaca data-data
sebelumnya. Walaupun demikian, seandainya diperlukan untuk dibaca secara
berurutan, juga dimungkinkan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Organisasi berkas
indeks sequential adalah berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga
dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi
keduanya, direct dan sequential data merupakan segala sesuatu yang masih dalam
bentuk bahan mentah yang akan diproses. Indeksnya ada beberapa tingkat,
misalnya tingkat cylinder indeks dan tingkat track indeks.
Berkas data sequential
digunakan untuk mendukung akses sequential terhadap seluruh kumpulan
record-record. Pada pendekatan ini kita menyusun data dengan lebih
memperhatikan ke data yang bersifat logik, bukan fisik, jadi berkas indeks dan
berkas data diorganisasikan dalam blok.
- Berkas
indeks mempunyai struktur tree
-
Berkas
data mempunyai struktur sequential dengan ruang bebas yang didistribusikan
antar populasi record.
Didalam organisasi
Berkas index sequential ini ada 2 pendekatan dasar untuk mengimplementasikan
konsep dari organisasi berkas indeks sequential , yaitu: Blok Indeks dan Data
(Dinamik) , Prime dan Overflow Data Area (Statik) .
3.2 Saran
Seharusnya kita sebagai
calon pendidik haruslah banyak mengetahui tentang apa itu berkas indeks
sequential, serta mengetahui implementasi organisasi berkas indeks sequential
itu sendiri.
Seharusnya kita
mengetahui tentang blok indeks, data pada berkas indeks sequential dan keuntungan
sequential file.
DAFTAR PUSTAKA
Diakses pada tanggal 20 Maret 2015,
pada pukul 19:45 WIB.
Dian.
November 2009. Organisasi Berkas Indeks
Sequential. http://ncildian.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential.html
Diakses
pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 20:47 WIB
Devilzc0de, Yudhie. November 2009. Organisasi
Berkas Indeks Sequential. http://anidotnet.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-indeks-sequential_01.html
Diakses
pada tanggal 20 Maret 2015, pada pukul 21:18 WIB.
Nurfitriana.
Septmber 2009. Organisasi Berkas Index Sequential.
http://inunknung-nurfitriana.blogspot.com/2009/11/organisasi-berkas-index-sequential.html

No comments:
Post a Comment